bournesofdaytona.com – Berita seputar ekonomi yang penting menarik perhatian, termasuk informasi mengenai praktik tambang timah ilegal dan penerimaan pajak yang melambat. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin (24/11), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya modus baru dalam praktik ilegal ini. Ia menemukan bahwa beberapa penambang menggunakan izin usaha pertambangan (IUP) untuk pasir kuarsa dan silika untuk menambang timah secara ilegal. Hal ini menunjukkan tantangan dalam pengawasan sektor tambang di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tidak ada satu liter pun beras impor yang diizinkan masuk ke Indonesia, meskipun harga beras internasional sedang mengalami penurunan. Pernyataan tersebut diungkapkannya di depan Komisi IV DPR RI sebagai langkah menjaga kedaulatan pangan nasional.
Dalam perkembangan lainnya, Komisi VII DPR RI sedang berupaya mencari model inovasi untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyebutkan bahwa pemanfaatan fungsi media publik untuk mendukung UMKM masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk impor beras ilegal sebanyak 250 ton yang masuk melalui Sabang, Aceh. Ia menekankan bahwa barang tersebut langsung disegel saat terdeteksi.
Terakhir, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto melaporkan bahwa penerimaan pajak per Oktober 2025 melambat akibat lonjakan restitusi yang meningkat sebesar 36,4 persen. Meskipun penerimaan brutonya positif, dampak dari pengembalian pajak ini menyebabkan penurunan penerimaan neto.