bournesofdaytona.com – Puan Maharani, Ketua DPR RI, menyoroti masalah energi dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dapat memperburuk kesenjangan global. Dalam pidatonya, Puan menyatakan bahwa AI berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, namun harus diatur secara adil agar negara-negara berkembang tidak tertinggal.
Puan mengatakan, “Indonesia secara konsisten menyerukan kerja sama internasional dalam tata kelola AI yang inklusif, berpusat pada manusia, dan adil untuk negara-negara berkembang.” Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa transisi menuju penggunaan AI ini bertujuan untuk memberikan manfaat yang merata.
Dalam konteks ini, Puan menekankan perlunya parlemen untuk menentukan arah pemanfaatan energi secara jelas. Ia merekomendasikan agar parlemen mengesahkan peraturan yang dapat mendefinisikan jalur energi jangka panjang. Langkah ini penting untuk memberikan kepastian hukum bagi investasi di sektor energi terbarukan serta melindungi pekerja dan masyarakat yang terdampak oleh perubahan ini.
Lebih jauh, Puan juga menekankan bahwa parlemen memiliki tanggung jawab untuk menyusun regulasi yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mengawasi pendanaan dan memastikan manfaat transisi energi dapat dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa dana untuk transisi tidak terjebak dalam birokrasi, melainkan langsung menjangkau pekerja, pemerintah daerah, dan masyarakat yang perlu beradaptasi dengan perubahan.
Kesimpulannya, Puan menegaskan pentingnya koordinasi dan regulasi yang tepat dalam menjamin transisi yang adil dan inklusif bagi semua pihak terkait, sehingga manfaat dari kemajuan teknologi dapat dirasakan secara merata.