bournesofdaytona.com – Insiden perundungan yang dialami seorang siswa di Tangerang Selatan mengundang perhatian publik setelah kakaknya mengungkapkan bahwa korban, MH, telah mengalami tindakan kekerasan sejak awal masuk sekolah. Menurut Rizky, kakak MH, perundungan mulai terjadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan mencapai puncaknya pada 20 Oktober. Pada tanggal tersebut, MH mengalami pukulan di kepala dengan kursi yang menyebabkan kondisi fisiknya memburuk.
Keesokan harinya, 21 Oktober, MH mulai mengeluh sakit kepala yang parah. Setelah kemerosotan kondisi yang signifikan, MH akhirnya berani menceritakan pengalamannya kepada keluarga. Ahmad menegaskan bahwa perundungan yang dialami adiknya tidak hanya berupa pukulan, tetapi juga melibatkan tendangan dan bentuk kekerasan fisik lainnya. Rizky mengungkapkan bahwa sebelumnya MH cenderung menahan diri untuk berbicara mengenai kejadian tersebut, kemungkinan besar karena takut.
Setelah kejadian itu, MH sempat dibawa ke rumah sakit swasta di Tangerang Selatan untuk mendapatkan perawatan, tetapi sayangnya, kondisinya terus menurun. Kasus ini menjadi perhatian terutama tentang aspek kejiwaan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah. Mengingat dampak serius dari perundungan, diharapkan agar pihak sekolah dan orang tua lebih aktif dalam mengawasi dan menangani kasus kekerasan di kalangan siswa. Kejadian ini menyentil pentingnya kesadaran akan perundungan dan perlunya melindungi anak dalam lingkungan pendidikan.