bournesofdaytona.com – Masalah judi online di Indonesia masih menjadi isu yang belum sepenuhnya teratasi. Meskipun aparat telah melakukan sejumlah pengungkapan kasus dan membawa pelanggar ke pengadilan, jumlah pengguna judi online terus meningkat. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan adanya pihak yang melindungi praktik ilegal ini.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Yenti Garnasih, seorang pakar hukum yang berfokus pada tindak pidana pencucian uang, menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam aliran dana judi online harus diproses secara hukum. Menurutnya, mereka yang memiliki kekuasaan dan berperan sebagai pelindung bagi pelaku judi online juga harus bertanggung jawab.
“Semua kejahatan dalam Undang-Undang Pencucian Uang, termasuk judi online dan korupsi, harus ditelusuri untuk mengetahui di mana dana hasil kejahatan itu mengalir,” ungkap Yenti saat dihubungi wartawan pada Minggu (16/11/2025). Dia menambahkan bahwa mereka yang menikmati hasil perjudian ini, meskipun tidak langsung terlibat dalam praktik judi, tetap harus dihadapkan pada hukum.
Yenti juga mendorong masyarakat untuk tetap optimis terhadap penegakan hukum, meskipun ada adanya tantangan dari pihak-pihak bertanggung jawab yang memiliki kekuasaan. Dia menekankan pentingnya keyakinan bahwa hukum berlaku untuk semua orang, termasuk pejabat tinggi. “Semakin seseorang memiliki jabatan, harusnya hukum berfungsi lebih keras,” tegasnya.
Akhirnya, Yenti mengajak publik untuk terus mendukung upaya aparat penegak hukum dalam memberantas judi online, dengan menjamin bahwa semua orang tetap setara di hadapan hukum, terlepas dari status sosial atau jabatan mereka.