bournesofdaytona.com – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pengembangan ekosistem semikonduktor nasional. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan peluang pasar industri berteknologi tinggi sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri di panggung global. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi penting bagi transformasi industri nasional, yang mendukung berbagai sektor seperti elektronika, otomotif, dan digitalisasi industri manufaktur.
Agus menyatakan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik besar untuk produk berbasis semikonduktor, mencakup ponsel, laptop, dan kendaraan bermotor. Oleh karena itu, pentingnya pengembangan ekosistem semikonduktor ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat daya saing industri lokal. Dengan industri manufaktur yang terus tumbuh dan adopsi teknologi baru yang meningkat, kebutuhan akan semikonduktor di Indonesia semakin mendesak.
Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam. Namun, Kemenperin mengakui bahwa penguatan ekosistem ini masih perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi dalam rantai pasok global.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin meluncurkan program untuk meningkatkan desain chip yang sesuai dengan kebutuhan industri dan berorientasi pada pasar global. Program ini berada dalam rencana pendanaan luar negeri jangka menengah 2025-2029 dengan anggaran 16,185 juta dolar AS.
Selain itu, dalam pertemuan dengan Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Bobur Alimov, Agus membahas kerja sama dalam proyek ini. ADB berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan keberlanjutan proyek semikonduktor, yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.